Bahan baku pupuk organik berasal dari sumber alami dan peternakan yang dikelola di lingkungan Nusakambangan. Kotoran ayam diperoleh dari peternakan di Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Permisan, kotoran domba berasal dari peternakan Lapas Kembang Kuning, serta kotoran sapi berasal dari peternakan Lapas Terbuka Nusakambangan. Selain itu, pupuk juga memanfaatkan guano kelelawar yang berasal dari goa-goa alami di kawasan Nusakambangan. Seluruh bahan baku dipilih dan diolah secara terstandar untuk menghasilkan pupuk organik yang berkualitas, ramah lingkungan, dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Tahapan produksi pupuk organik mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan.
Seluruh bahan dicampur hingga homogen kemudian difermentasi menggunakan bakteri starter.
Pembalikan minggu pertama dan kedua untuk menjaga suhu fermentasi sekitar 45°C.
Pupuk dihancurkan kemudian dicetak menggunakan mesin.
Produk dikemas sesuai ukuran kemasan sebelum dipasarkan.
Diproduksi dari kotoran ayam yang berasal dari peternakan Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Perm...
Diproduksi dari kotoran ayam yang berasal dari peternakan Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Permisan. Diolah melalui proses fermentasi untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas yang kaya unsur hara dan baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, pupuk organik kotoran ayam mengandung C-organik 15,45%, Nitrogen (N) 2,42%, Fosfor (P₂O₅) 3,91%, dan Kalium (K₂O) 3,35% dengan pH 8,46. Kandungan unsur hara tersebut menunjukkan bahwa pupuk ini mampu menyediakan nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman.
Memacu pertumbuhan daun dan batang. Mendukung pembentukan akar yang kuat. Meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Cocok digunakan pada tanaman sayuran, buah, dan tanaman pangan.
Dihasilkan dari kotoran domba yang berasal dari peternakan Lapas Kembang Kuning. Mengandung bahan or...
Dihasilkan dari kotoran domba yang berasal dari peternakan Lapas Kembang Kuning. Mengandung bahan organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman secara alami.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, pupuk organik kotoran domba mengandung C-organik 29,78%, Nitrogen (N) 2,25%, Fosfor (P₂O₅) 0,70%, dan Kalium (K₂O) 1,25% dengan pH 7,98. Kandungan C-organik yang tinggi membantu meningkatkan kualitas tanah secara alami.
Menambah kandungan bahan organik tanah. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Menyediakan unsur hara secara bertahap. Mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal.
Berasal dari guano kelelawar yang dikumpulkan dari goa-goa alami di Nusakambangan. Kaya akan unsur h...
Berasal dari guano kelelawar yang dikumpulkan dari goa-goa alami di Nusakambangan. Kaya akan unsur hara, terutama fosfor dan nitrogen, sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembuahan tanaman.
Pupuk organik guano kelelawar memiliki kandungan C-organik 13,19%, Nitrogen (N) 3,48%, Fosfor (P₂O₅) 5,68%, dan Kalium (K₂O) 0,98% dengan pH 6,06. Kandungan nitrogen dan fosfornya merupakan yang tertinggi di antara produk yang diuji.
Merangsang pertumbuhan akar yang lebih kuat. Mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen. Cocok digunakan pada tanaman buah, hortikultura, dan tanaman berbunga.
Berasal dari kotoran sapi yang berasal dari peternakan Lapas Terbuka Nusakambangan. Diproses secara ...
Berasal dari kotoran sapi yang berasal dari peternakan Lapas Terbuka Nusakambangan. Diproses secara optimal untuk menghasilkan pupuk organik yang membantu memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan kesuburan lahan.
Pupuk organik kotoran sapi memiliki kandungan C-organik 19,25%, Nitrogen (N) 1,69%, Fosfor (P₂O₅) 0,022%, dan Kalium (K₂O) 1,07% dengan pH 7,77. Kandungan C-organik yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan kualitas tanah.
Memperbaiki struktur dan porositas tanah. Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Menambah bahan organik sehingga tanah lebih subur. Cocok sebagai pupuk dasar untuk berbagai jenis tanaman.
Kami melayani pemesanan pupuk organik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, peternakan, maupun instansi. Hubungi admin melalui WhatsApp untuk memperoleh informasi mengenai stok, harga, dan pengiriman.
Hasil analisis laboratorium pupuk organik berdasarkan beberapa parameter kualitas dengan Nomor Surat 001/LT/SDL/P.3/01/2026, Laboratorium Tanah/Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman.
Diproduksi melalui proses pengolahan yang mengurangi limbah organik dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.
Berasal kotoran hewan di kawasan Nusakambangan sehingga kaya akan unsur hara alami.
Memanfaatkan limbah peternakan yang menjadi produk bernilai guna, sekaligus mendukung program ketahanan pangan.